Omnichannel Erzap & Strategi Jualan di Instagram dan TikTok untuk UKM
Omnichannel Erzap adalah fitur dalam sistem ERP Erzap yang memungkinkan UKM Indonesia mengelola penjualan dari berbagai marketplace dan media sosial — mulai dari sinkronisasi stok, orderan, hingga pencairan dana — dalam satu platform terintegrasi. Fitur ini sangat relevan bagi bisnis yang aktif berjualan di Instagram dan TikTok, dua platform dengan ratusan juta pengguna aktif di Indonesia.
⏱ Estimasi baca: 6 menit
Instagram dan TikTok termasuk dalam empat besar media sosial dengan pengguna tertinggi di Indonesia, dengan masing-masing sekitar 99 juta dan 92 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas. Dua platform ini bukan sekadar tempat hiburan — keduanya telah menjadi kanal penjualan yang serius bagi pelaku UKM. Namun, mengelola pesanan dari berbagai platform secara manual sering kali menjadi hambatan tersendiri. Di sinilah strategi konten yang tepat harus berjalan beriringan dengan sistem manajemen yang efisien.
Strategi Pemasaran di Instagram untuk UKM
1. Optimalkan Profil Akun Bisnis Instagram
Pastikan akun Instagram Anda sudah beralih ke akun bisnis, bukan akun personal. Akun bisnis memberikan akses ke fitur analitik, iklan berbayar, dan tombol CTA langsung di profil. Ada dua pendekatan profil yang bisa dipilih sesuai tujuan:
- Profil "Follow" — cocok untuk penjual jasa (kursus, seminar, konsultasi). Bio menjelaskan nilai konten untuk siapa dan manfaat apa yang didapat, lalu mengarahkan audiens ke produk sebagai solusi.
- Profil "Beli" — cocok untuk produk fisik. Bio langsung menyebutkan keunggulan produk dengan arahan pembelian yang jelas. Username dan foto profil mencerminkan produk.
2. Buat Konten yang Mengundang Interaksi
Jangan hanya memposting promosi produk. Variasikan dengan konten interaktif seperti tebak-tebakan, kuis singkat, atau fun fact seputar industri Anda. Format video pendek (Reels) saat ini memiliki jangkauan organik tertinggi di Instagram. Gunakan template desain yang konsisten agar tampilan feed terlihat profesional dan mudah dikenali.
3. Gunakan CTA yang Efektif di Setiap Unggahan
Setiap konten sebaiknya disertai kalimat Call to Action (CTA) di caption, misalnya:
- Ayo beli sekarang sebelum kehabisan
- Stok terbatas, pesan hari ini
- Simpan postingan ini untuk referensi
- Tag teman yang perlu tahu ini
- Cek link di bio untuk info lengkap
4. Manfaatkan Fitur Lengkap Instagram
- FAQ & Quick Replies — atur pertanyaan yang sering masuk agar bisa dibalas otomatis dan cepat.
- Question Box, Polling, Story Quiz — tingkatkan interaksi lewat fitur story.
- Hashtag Niche — hindari hashtag terlalu umum. Fokus pada hashtag spesifik agar unggahan Anda tampil di posisi teratas pada hashtag tersebut. Tools seperti Metahashta atau Ritetag bisa membantu riset hashtag.
- Instagram Ads — pertimbangkan iklan berbayar untuk memperluas jangkauan lebih cepat.
5. Perhatikan Waktu Posting
Periksa fitur Insights di akun bisnis Anda untuk mengetahui jam aktif followers. Secara umum, waktu posting terbaik adalah pagi hingga siang hari, tetapi data akun Anda sendiri tetap menjadi acuan utama.
Strategi Pemasaran di TikTok untuk UKM
1. Ikuti Konten yang Sedang Viral
Pantau tren konten di halaman For You Page (FYP) dan rekonstruksi tren tersebut dalam versi bisnis Anda. Konsistensi unggahan sangat penting agar algoritma TikTok mengenali akun Anda sebagai akun aktif. Konten TikTok juga bisa diunggah ulang ke Instagram Reels untuk memaksimalkan jangkauan tanpa produksi ganda.
2. Gunakan Hashtag dan Sound Populer
Cek halaman "Discover" di TikTok untuk menemukan hashtag yang sedang tren. Penggunaan sound populer juga membantu konten masuk ke FYP lebih banyak pengguna. Saat mengunggah video, TikTok memberikan rekomendasi lagu yang sedang populer — manfaatkan fitur ini.
3. Analisis Data lewat TikTok Analytics
TikTok Analytics menampilkan video mana yang paling banyak ditonton, tingkat interaksi, dan demografi audiens. Data ini membantu Anda menentukan jenis konten dan durasi video yang paling efektif untuk akun bisnis Anda.
4. Pertimbangkan Kolaborasi dengan Influencer
Jika ada anggaran lebih, kolaborasi dengan kreator konten TikTok bisa memperluas jangkauan produk secara signifikan. Pilih pendekatan soft selling — konten yang terasa natural dan informatif biasanya lebih efektif daripada promosi hard selling yang terasa memaksa.
5. Jenis TikTok Ads yang Bisa Digunakan
- Brand Takeover — iklan muncul saat pengguna pertama kali membuka aplikasi.
- In-Feed Ads — iklan muncul di antara video saat pengguna menggulir FYP.
- Promoted Hashtag Challenge — cocok untuk kampanye interaktif yang mengajak audiens berpartisipasi.
- Branded Effect/Filter — buat efek bermerek yang bisa digunakan pengguna lain dalam konten mereka.
Cara Manual vs Menggunakan Omnichannel Erzap
Setelah traffic dari Instagram dan TikTok mengalir ke berbagai platform penjualan, tantangan berikutnya adalah mengelola semua pesanan dan stok secara bersamaan. Berikut perbandingannya:
| Aspek | Cara Manual | Dengan Omnichannel Erzap |
|---|---|---|
| Kelola stok | Update manual di setiap platform satu per satu | Sinkronisasi otomatis di semua marketplace sekaligus |
| Pantau pesanan | Buka aplikasi marketplace satu per satu | Semua orderan tampil dalam satu dashboard |
| Data penjualan | Rekap manual, rawan salah hitung | Laporan terpusat dan real-time |
| Info produk | Edit deskripsi produk di tiap platform terpisah | Susun dan sinkronkan info produk dari satu tempat |
| Cek pencairan dana | Cek satu per satu di masing-masing marketplace | Pantau pencairan dari semua platform dalam satu tampilan |
Dengan Omnichannel Erzap, UKM yang berjualan di beberapa marketplace sekaligus — misalnya Shopee, Tokopedia, dan Lazada — dapat mengelola semuanya tanpa harus berpindah-pindah aplikasi. Erzap juga terintegrasi dengan modul ERP lainnya, sehingga data penjualan dari marketplace langsung terhubung dengan laporan keuangan dan manajemen stok gudang secara otomatis.
Sejak 2013, Erzap telah dipercaya oleh 5.000+ pengguna aktif di Indonesia dengan 17 modul terintegrasi dan 81+ fitur total — dirancang khusus untuk kebutuhan UKM di sektor retail, distribusi, F&B, dan manufaktur.
Baca juga: Rahasia Penjualan Meningkat melalui Sosial Media
FAQ: Omnichannel dan Jualan di Media Sosial
- Apa itu Omnichannel dalam konteks bisnis online?
- Omnichannel adalah pendekatan pengelolaan penjualan yang mengintegrasikan berbagai saluran penjualan — marketplace, media sosial, dan toko fisik — dalam satu sistem terpusat. Tujuannya agar stok, pesanan, dan data pelanggan selalu sinkron di semua platform.
- Apa bedanya Instagram dan TikTok untuk jualan produk?
- Instagram lebih kuat untuk membangun citra merek dengan visual yang konsisten dan fitur katalog produk. TikTok unggul dalam jangkauan organik melalui algoritma FYP yang bisa memviralkan konten bahkan dari akun baru. Keduanya bisa digunakan bersamaan dengan konten yang disesuaikan tiap platform.
- Apakah Omnichannel Erzap bisa digunakan oleh UKM kecil?
- Ya. Omnichannel Erzap dirancang untuk UKM yang sudah mulai berjualan di lebih dari satu marketplace dan membutuhkan sistem yang membantu mengelola stok dan pesanan secara efisien tanpa proses manual yang memakan waktu.
- Fitur apa saja yang tersedia di Omnichannel Erzap?
- Omnichannel Erzap mencakup sinkronisasi stok antar marketplace, pengelolaan pesanan dalam satu dashboard, penyusunan informasi produk terpusat, laporan penjualan real-time, dan pemantauan pencairan dana dari berbagai platform.
- Bagaimana cara mulai menggunakan Erzap?
- Erzap menyediakan masa uji coba gratis 14 hari tanpa kartu kredit. Daftar langsung melalui situs resmi Erzap dan mulai eksplorasi fitur ERP dan Omnichannel sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Mulai Kelola Penjualan Lebih Efisien
Strategi konten di Instagram dan TikTok yang baik akan menghasilkan traffic dan pesanan. Namun tanpa sistem manajemen yang tepat, pertumbuhan penjualan justru bisa menjadi beban operasional. Omnichannel Erzap hadir untuk memastikan setiap pesanan yang masuk — dari platform mana pun — dapat diproses dengan cepat dan akurat, tanpa kerja ganda.



