Tutorial Pengiriman Barang Erzap

04-11-2019 15:50:21, Dibaca: 6423


Beberapa pengusaha memperluas pasar dengan memperluas segmentasi geografis bisnisnya, biasanya dengan membuka cabang. Tetapi membuka cabang baru untuk memperluas pasar bukan hal yang mudah. Cara alternatif, namun efektif adalah dengan penerimaan penjualan untuk customer diluar kota menggunakan metode pengiriman barang yang disediakan oleh Jasa Ekspedisi.

Metode ini dapat diterapkan pada berbagai macam jenis usaha dagang. Namun, walapun kelihatannya praktis, Anda harus dapat memonitor pergerakan barang yang akan dikirim. Tentunya perlu sebuah pencatatan. Untuk pengguna Erzap, mereka tidak akan kesulitan untuk memonitor pergerakan barang karena pada Sistem Kasir & Akunting ini, memiliki Modul Pengiriman Barang. 

Pada Tutorial ini kami akan membahas dan menjelaskan penggunaan Modul Pengiriman.

Tahapannya antara lain :

A. Mengaktifkan Modul Pengiriman Barang 

B. Membuat Data Ekspedisi

C. Membuat Penjualan dengan Pengiriman Barang

D. Memproses Pengiriman Barang

 

NOTEUntuk menginputkan Resi Ekpedisi anda dapat melihat Tutorialnya disini

 


A. Mengaktifkan Modul Pengiriman Barang


Untuk dapat digunakan, Modul Pengiriman harus diaktifkan terlebih dahulu pada General Setting

1. Akses Administator > General Setting 

2. Pada option setting , centang Modul Pengiriman Barang

3. Lalu klik ikon disket untuk menyimpan pengaturan 


B. Membuat Data Ekspedisi


Ekspedisi atau Jasa Kirim Barang wajib tercatat pada Data Pengiriman Barang. Jadi sebelum dapat membuat data pengiriman anda diharuskan untuk membuat data Ekspedisi.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Akses Data Master > Ekspedisi > Buat Baru

2. Inputkan nama Ekspedisi yang anda gunakan

3, Simpan data dengan mengklik ikon disket

4. Bila berhasil tersimpan, data akan tampil pada manajemen data ekspedisi. 


C. Membuat Penjualan dengan Pengiriman Barang


Agar sistem mencatat otomatis data pengiriman barang, anda diwajibkan untuk memilih pengiriman barang pada saat membuat faktur penjualan, penjelasannya sebagi berikut :

1. Akses Penjualan > Faktur Penjualan > Buat Baru

2. Isikan kolom outlet gudang dan termin

3. Masukan Data Pelanggan dan Centang barang dikirim

4. Akan muncul kolom untuk mengisi informasi pengiriman barang. Lalu tekan OK untuk menkonfirmasi data pengiriman barang

5. Selanjutnya inputkan data barang yang akan dijual.

6. Masukan ongkos kirim pada panel dibagian bawah kanan

7. Simpan data transaksi. Bila berhasil Nota akan tampil

8. Berikut adalah Jurnal yang tercatat otomatis dari Penjualan yang sudah diinputkan

 


D. Memproses Pengiriman Barang


Setelah Membuat Penjualan dengan Pengiriman Barang. Data Pengiriman akan otomatis tercatat dan siap diproses. Untuk memproses Pengriman Barang berikut penjelasannya :

1. Akses Inventori >  Pengiriman Barang > Proses

2. Klik Kirim Barang pada data yang hendak anda proses pengiriman barangnya.

3. Form Pengiriman Barang akan muncul

4. Masukan informasi pada kolom kolom kolom yang tersedia.

5. Inputkan jumlah barang sesuai dengan barang yang dikirim.

6. Klik ikon disket untuk menyimpan data.

7. Bila penyimpanan sukses, maka Data Pengiriman akan muncul pada Daftar Pengiriman Barang

8. Lalu surat jalan dapat diterbitkan dengan mengklik Kode Pengiriman Barang pada Daftar tersebut.

NOTE : Bila Resi sudah diterbitkan oleh pihak Ekspedisi anda dapat menginputkannya ke Penjualan bersangkutan. Lihat caranya disini


Sekian tutorial " Tutorial Pengiriman Barang Erzap " dari kami dan jika dirasa ada pertanyaan lebih lanjut anda bisa langsung menghubungi kami pada kontak yang telah disediakan pada halaman ERZ4P, Terima Kasih.

Belum menggunakan Erzap? Coba Gratis sekarang!

Update Data Produk Menggunakan File Excel

21-12-2021 - Dibaca: 8624 kali.
Sistem ERP Erzap menyediakan fitur import dan export data via Excel untuk memudahkan penambahan atau perubahan data-data produk pada usaha anda secara massal.Dengan adanya fitur ini, anda maupun team anda dapat mengupdate ratusan bahkan ribuan produk secara bersamaan. Kerja akan lebih efisien, cepat, dan fleksibel.
Baca selengkapnya...

Sudah Tahu 7 Jenis Komisi Sales Ini? Ayo, Cari Tahu Lebih Lanjut di sini!

28-08-2022 - Dibaca: 12662 kali.
Bingung menentukan komisi untuk sales? Ini dia 7 jenis komisi sales yang dapat Anda pilih!
Baca selengkapnya...

Pendistribusian Minyak Kutus-Kutus dengan Sistem Erzap

03-10-2018 - Dibaca: 10860 kali.
Tanpa kehadiran distributor, outlet outlet anda pasti akan sulit untuk melakukan pengadaan barang, karena distributor adalah jembatan penghubung antara usaha anda dan pabrik. Menjadi distributor bukan hal yang mudah untuk dilakukan, terutama di bagian pendataan dan pembukuan. Anda memerlukan sebuah sistem untuk menghandle pendataan dari segala kegiatan yang ada seperti pengadaan, penjualan, monitoring stok, dan pembukuan. Tetapi dengan menggunakan Sistem ERZAP, Distributor tidak perlu risau, karena dengan penerapan Sistem ERZAP dapat mempermudah anda dalam melakukan pendataan kegiatan tersebut
Baca selengkapnya...

Penjualan Pulsa dengan Sistem ERZAP

30-10-2018 - Dibaca: 13531 kali.
Tentu saja tanpa adanya pulsa, ponsel ada tidak akan dapat melakukan panggilan. Bahkan tanpa diisi pulsa pun anda tidak dapat terhubung ke internet karena provider menggunakan pulsa sebagai alat pembayaran unruk berlangganan paket data atau kuota. Karena termasuk sebagai kebutuhan sehari-hari, pulsa dijual dimana-mana. dari warung, kios, sampai swalayan. Sebagai salah satu produk andalan di kios dan swalayan, kami akan memberikan penjelasan metode Penjualan Pulsa dengan SIstem ERZ4P. Dengan menjual pulsa lewat sistem, dapat mempermudah anda menghitung penjualan pulsa. Sebab ERZ4P memiliki fitur untuk memilah penjualan berdasarkan kategori produk. Perhitungan Kas pun akan lebih mudah, karena ERZ4P dapat membedakan kas yang digunakan untuk penjualan barang dan juga penjualan pulsa pada outlet anda. 
Baca selengkapnya...

Ternyata Ini Keuntungan dan Kerugian Sistem Penjualan Konsinyasi

07-09-2022 - Dibaca: 5205 kali.
Konsinyasi merupakan metode penjualan titip jual, apa saja keuntungan dan kerugian konsinyasi bagi kedua belah pihak?
Baca selengkapnya...