Tutorial Perintah Kerja Produksi di ERZAP ERP

08-05-2026 14:58:35, Dibaca: 234

Fitur Perintah Kerja Produksi di ERZAP ERP

Dalam operasional produksi, kelancaran proses tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi lisan. Dibutuhkan sebuah instruksi tertulis yang jelas, terukur, dan dapat dilacak — inilah fungsi utama Perintah Kerja atau Work Order.

ERZAP ERP menghadirkan Fitur Perintah Kerja atau Work Order untuk mencatat setiap permintaan produksi secara sistematis, mulai dari bahan baku yang dibutuhkan hingga status penyelesaiannya, sehingga tidak ada satu pun proses yang terlewat atau berjalan tanpa kendali.

Berikut tahapan lengkap pembuatan Perintah Kerja di ERZAP ERP.


Persiapan: Membuat BOM Produksi

Sebelum membuat Perintah Kerja, hal pertama yang perlu disiapkan adalah Bill of Materials (BOM). BOM mendefinisikan semua bahan baku, biaya produksi, dan produk akhir yang dihasilkan dari satu siklus produksi.

Akses Menu BOM

Untuk membuat BOM, buka modul: Inventory → Produksi Barang → Daftar Kebutuhan Bahan (BOM)

Menu akses Daftar Kebutuhan Bahan BOM

Empat Bagian Utama BOM

Halaman Daftar Kebutuhan Bahan (BOM) terdiri dari empat bagian utama yang harus dilengkapi:

1. Informasi Utama Formula

Isi nama formula, aktifkan status, dan tambahkan keterangan jika diperlukan. Centang opsi Aktifkan agar formula bisa digunakan dalam Work Order.

Bagian informasi utama formula BOM

2. Daftar Bahan

Tambahkan semua bahan baku yang dibutuhkan pada tabel Daftar Bahan dengan rincian jenis dan jumlah material.

Tabel daftar bahan dalam BOM

3. Beban / Biaya Produksi

Catat biaya overhead seperti listrik, tenaga kerja, atau biaya operasional lainnya yang terkait dengan proses produksi. (Opsional)

Bagian biaya dan beban produksi

4. Produk Hasil Produksi

Tentukan produk akhir yang dihasilkan dengan menginput:

  • Barcode / nama barang
  • Jumlah output per siklus produksi

Bagian produk hasil produksi

Contoh: PRODUK JADI 1 — 1,0 PCS


Membuat Perintah Kerja (Work Order)

Setelah BOM siap, Anda dapat membuat Perintah Kerja untuk memulai proses produksi.

Akses Menu Perintah Kerja

Untuk membuat Perintah Kerja baru, akses modul: Inventory → Produksi Barang → Buat Perintah Kerja (WO)

Sistem akan meminta Anda mengisi data produksi yang diperlukan.

Data yang Perlu Diisi

  1. Gudang — Hanya gudang dengan tipe Gudang Produksi yang dapat dipilih.

    Cara mengatur tipe gudang: Administrator → General Setting → Tab Data Outlet → klik Edit → pilih Profile Gudang → Ganti Tipe Gudang: Gudang Produksi

    Pengaturan tipe gudang

  2. Tanggal Perintah Kerja — Tanggal pembuatan work order
  3. Tanggal Target Selesai — Jadwal penyelesaian produksi
  4. Catatan atau Instruksi Tambahan — Instruksi khusus untuk tim produksi (Opsional)
  5. Daftar Barang — Tambahkan produk yang perlu diproduksi

Form pembuatan perintah kerja WO

Contoh Surat Perintah Kerja

Contoh surat perintah kerja yang telah dibuat


Pencatatan Hasil Produksi Per Perintah Kerja

Setelah produk dari hasil perintah kerja selesai, Anda diwajibkan melakukan pencatatan hasil produksi. Berikut tahapan yang perlu dikerjakan:

Langkah 1: Akses Menu Produksi Per Perintah Kerja

Buka modul: Inventory → Produksi Barang → Produksi Per Perintah Kerja

Menu akses Produksi Per Perintah Kerja

Langkah 2: Memilih Perintah Kerja untuk Diproses

Pada halaman Produksi Per Perintah Kerja, klik tombol Proses pada data Perintah Kerja (WO) yang akan diproses pencatatan hasil produksinya.

Indikator Status Warna:

  • Merah: Perintah Kerja sudah melewati Tanggal Target Selesai
  • Kuning: Perintah Kerja mendekati Tanggal Target Selesai

Halaman daftar perintah kerja dengan indikator status

Langkah 3: Melengkapi Kolom Data Produksi

Setelah data perintah kerja terbuka, lengkapi kolom-kolom berikut:

  • Tanggal Produksi Selesai — Kapan produksi selesai
  • Penanggung Jawab — Nama karyawan atau supervisor yang bertanggung jawab
  • Nama/Kode BOM — Pilih sesuai dengan BOM yang digunakan di Perintah Kerja
  • Jumlah Produksi — Total unit yang diproduksi

Setelah seluruh kolom terisi, klik tombol Pilih untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Form pengisian data produksi per perintah kerja

Langkah 4: Verifikasi Data BOM Otomatis

Setelah mengklik tombol Pilih, kolom-kolom berikut akan terisi otomatis berdasarkan BOM yang dipilih:

  • Daftar Bahan
  • Beban/Biaya Produksi
  • Hasil Produksi

Data BOM yang terisi otomatis

Langkah 5: Menghitung HPP (Harga Pokok Produksi)

Hitung HPP per Qty dari hasil produksi dengan mengklik tombol Hitung HPP. Sistem akan otomatis menghitung dan mengisi nilai HPP per Qty pada kolom @HPP.

Tombol hitung HPP dan hasil perhitungan

Langkah 6: Simpan Pencatatan

Klik tombol Simpan untuk menyimpan pencatatan hasil produksi. Setelah tersimpan, stok akan otomatis bertambah dan tercatat pada riwayat aktivitas produk.

Tampilan setelah data produksi berhasil disimpan


Informasi Tambahan: Status dan Riwayat Transaksi

Setiap proses pencatatan produksi per perintah kerja akan tercatat Status dan Riwayatnya secara otomatis.

Mengakses Status dan Riwayat

Untuk melihat Status dan Riwayat Transaksi, akses melalui: Inventory → Produksi Barang → Produksi Per Perintah Kerja → klik Proses → klik Status / Riwayat

Menu akses status dan riwayat transaksi

Contoh Status Transaksi

Tampilan status transaksi produksi

Contoh Riwayat Transaksi

Tampilan riwayat transaksi produksi


Perbandingan: Cara Manual vs Dengan ERZAP ERP

Aspek Cara Manual Dengan ERZAP ERP
Pencatatan Data Dicatat di kertas atau spreadsheet tanpa sistem Terpusat dalam satu sistem terintegrasi
Pelacakan Status Sulit dilacak dan mudah hilang Otomatis tercatat dan mudah dilacak dengan indikator warna
Perhitungan HPP Perhitungan manual rentan kesalahan Otomatis dengan fitur "Hitung HPP"
Riwayat Transaksi Tidak ada dokumentasi terstruktur Lengkap dan dapat diakses kapan saja
Efisiensi Operasional Memerlukan waktu dan tenaga lebih Lebih cepat, efisien, dan terkontrol

Kesimpulan

Dengan fitur Perintah Kerja (WO) di ERZAP ERP, seluruh proses produksi dapat dikelola secara terstruktur dan terdokumentasi dengan baik — mulai dari penyusunan BOM, pembuatan Work Order, hingga pencatatan hasil produksi. Setiap tahapan tercatat secara sistematis sehingga operasional produksi berjalan lebih terkontrol, efisien, dan mudah dilacak.


FAQ

Apa itu Bill of Materials (BOM)?

BOM adalah dokumen yang mendefinisikan semua bahan baku, biaya produksi, dan produk akhir yang dihasilkan dari satu siklus produksi. BOM harus disiapkan terlebih dahulu sebelum membuat Perintah Kerja.

Apa bedanya status merah dan kuning pada Perintah Kerja?

Status merah menunjukkan bahwa Perintah Kerja sudah melewati Tanggal Target Selesai, sedangkan status kuning menunjukkan bahwa Perintah Kerja mendekati Tanggal Target Selesai.

Apakah catatan atau instruksi tambahan pada Perintah Kerja wajib diisi?

Tidak, catatan atau instruksi tambahan bersifat opsional. Anda dapat mengisinya jika ada instruksi khusus untuk tim produksi.

Apakah bagian "Beban / Biaya Produksi" pada BOM wajib diisi?

Tidak, bagian ini bersifat opsional. Anda hanya perlu mengisinya jika ingin mencatat biaya overhead seperti listrik, tenaga kerja, atau biaya operasional lainnya.

Bagaimana stok produk bertambah setelah pencatatan produksi?

Setelah Anda menyimpan pencatatan hasil produksi, stok akan otomatis bertambah sesuai dengan jumlah produksi yang dicatat. Perubahan ini juga tercatat pada riwayat aktivitas produk.

Bagaimana cara melihat riwayat transaksi produksi?

Untuk melihat riwayat transaksi, buka menu Inventory → Produksi Barang → Produksi Per Perintah Kerja → klik Proses → klik Riwayat.


Baca Juga

Sekian penjelasan terkait Tutorial Perintah Kerja Produksi. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui kontak yang tersedia di halaman ERZAP. Terima kasih.

Siap mengelola produksi dengan lebih efisien? Mulai sekarang dengan ERZAP ERP.

Coba Gratis 14 Hari — Tanpa Kartu Kredit
Tutorial Penerapan Potongan MDR Otomatis pada Erzap ERP

Tutorial Penerapan Potongan MDR Otomatis pada Erzap ERP

24-12-2020 - Dibaca: 10637 kali.
Sistem Erzap dapat mencatat Transaksi EDC ini menjadi Piutang dan mencatat Beban MDR secara otomatis. Yup! Otomatis! Bagaimana penerapaan Penjualan dengan Potongan MDR di Erzap? Simak metode nya pada Tutorial ini.
Baca selengkapnya...
Membuat Akun Kas pada Sistem ERZ4P

Membuat Akun Kas pada Sistem ERZ4P

23-07-2018 - Dibaca: 11507 kali.
Akun Kas atau cash account yaitu akun yang berisi perincian jumlah uang kas yang masuk ataupun yang keluar, pencatatan ini akan menunjukkan sisa uang kasyang harus ada.
Baca selengkapnya...
Sinkronisasi Lazada

Sinkronisasi Lazada

11-04-2022 - Dibaca: 8561 kali.
Punya Toko di Lazada? Sudah pakai Erzap? Good! Kalo begitu anda sudah siap untuk kelola Toko-toko pada Lazada via Erzap? Check this Tutorial out!
Baca selengkapnya...
Bahaya Turnover Karyawan yang Tinggi pada Kinerja Perusahaan

Bahaya Turnover Karyawan yang Tinggi pada Kinerja Perusahaan

17-08-2022 - Dibaca: 9087 kali.
Pernah mendengar tentang turnover karyawan? Kenali dampaknya bagi perusahaan di sini!
Baca selengkapnya...
Aplikasi POS Kasir Toko: Cara Kerja, Fitur QRIS & Perbandingan dengan Kasir Manual

Aplikasi POS Kasir Toko: Cara Kerja, Fitur QRIS & Perbandingan dengan Kasir Manual

16-05-2026 - Dibaca: 129 kali.
Panduan lengkap aplikasi POS kasir toko: cara kerja, alur transaksi, fitur QRIS, perbandingan kasir manual vs digital, shortcut keyboard, dan FAQ.
Baca selengkapnya...