Pajak Masukan dan Pajak Keluaran: Pengertian, Mekanisme, dan Cara Kerjanya

07-08-2022 09:01:13, Dibaca: 5939

Pajak Masukan dan Pajak Keluaran: Pengertian, Mekanisme, dan Cara Kerjanya

Pajak masukan adalah PPN yang telah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) saat memperoleh Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). Sebaliknya, pajak keluaran adalah PPN yang wajib dipungut PKP saat menyerahkan BKP atau JKP kepada pembeli. Kedua komponen ini saling dikreditkan setiap masa pajak untuk menentukan jumlah PPN yang harus disetorkan ke negara.

⏱ Estimasi baca: 5 menit

Bagi pelaku usaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP, memahami mekanisme pajak masukan dan pajak keluaran adalah kewajiban mendasar dalam kepatuhan perpajakan di Indonesia.

Apa Itu Pajak Masukan dalam PPN?

Pajak masukan dalam sistem PPN (Pajak Pertambahan Nilai) merupakan pajak yang seharusnya sudah dibayar oleh PKP atas:

  • Perolehan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam negeri
  • Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean
  • Impor BKP dalam masa pajak tertentu

Dasar hukum pengkreditan pajak masukan diatur dalam Pasal 9 Undang-Undang PPN. Mekanismenya memungkinkan PKP mengkreditkan PPN yang telah dibayar saat membeli barang/jasa dengan PPN yang dipungut saat menjual barang/jasa tersebut.

Mekanisme Pengkreditan Pajak Masukan

Pengkreditan pajak masukan dan pajak keluaran dilakukan pada masa pajak yang sama. Jika pajak masukan belum dikreditkan pada masa pajak berjalan, PKP masih dapat mengkreditkannya pada masa berikutnya dengan batas waktu 3 bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan.

Hasil pengkreditan menghasilkan dua kemungkinan:

  • Pajak keluaran > pajak masukan → Selisihnya wajib disetorkan ke kas negara.
  • Pajak masukan > pajak keluaran → Kelebihan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya.

Pajak Masukan yang Tidak Dapat Dikreditkan

Tidak semua pajak masukan dapat dikreditkan. Berikut kondisi yang menyebabkan pajak masukan tidak dapat dikreditkan:

  1. Perolehan BKP/JKP sebelum pengusaha dikukuhkan sebagai PKP
  2. Perolehan BKP/JKP yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha
  3. Perolehan dan pemeliharaan kendaraan sedan/station wagon (kecuali barang dagangan atau disewakan)
  4. Pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean sebelum dikukuhkan sebagai PKP
  5. Faktur pajak yang tidak memenuhi ketentuan atau tidak mencantumkan nama, alamat, dan NPWP pembeli
  6. Faktur pajak atas pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar Daerah Pabean yang tidak memenuhi ketentuan
  7. Pajak masukan yang ditagih melalui penerbitan ketetapan pajak
  8. Pajak masukan yang tidak dilaporkan dalam SPT Masa PPN dan ditemukan saat pemeriksaan
  9. Perolehan BKP selain barang modal atau JKP sebelum PKP berproduksi

Apa Itu Pajak Keluaran dalam PPN?

Pajak keluaran adalah PPN terutang yang wajib dipungut oleh PKP pada saat:

  • Menyerahkan BKP atau JKP di dalam negeri
  • Mengekspor BKP berwujud maupun tidak berwujud
  • Mengekspor JKP ke luar negeri

Besaran PPN yang tercantum dalam faktur pajak itulah yang menjadi pajak keluaran bagi PKP penjual. Prinsipnya, faktur pajak harus dibuat pada saat penyerahan barang atau pembayaran, meski dalam kondisi tertentu PKP diperbolehkan membuat faktur pajak di waktu lain.

Karakteristik Pajak Keluaran

PPN dikategorikan sebagai pajak objektif karena pemungutannya lebih menekankan pada objek yang dikenakan pajak, bukan subjeknya. Beberapa karakteristik penting pajak keluaran:

  • Dipungut oleh PKP penjual dari pembeli saat transaksi BKP/JKP
  • Dicatat dan dilaporkan melalui e-Faktur dengan nomor seri resmi dari DJP
  • Wajib dilaporkan dalam SPT Masa PPN setiap bulan
  • Batas waktu pengkreditan dengan pajak masukan adalah 3 bulan setelah masa pajak berakhir

Jumlah pajak keluaran yang diperhitungkan dengan pajak masukan akan menghasilkan angka PPN yang harus disetor atau dikompensasikan, dan keduanya wajib dituangkan dalam SPT Masa PPN.

Perbandingan: Pengelolaan Pajak Manual vs. dengan Sistem ERP

Aspek Cara Manual Dengan Erzap ERP
Pencatatan faktur pajak masukan Input manual satu per satu, rawan salah ketik Otomatis tercatat saat transaksi pembelian dilakukan
Pembuatan faktur pajak keluaran Dibuat terpisah, memakan waktu untuk volume besar Diproses massal, ratusan faktur dalam hitungan menit
Rekonsiliasi pajak masukan vs. keluaran Hitung manual di spreadsheet, potensi selisih tinggi Kalkulasi otomatis, laporan siap pakai setiap masa pajak
Pelacakan faktur dari supplier Arsip fisik atau file terpencar, sulit ditelusuri Terpusat dalam satu sistem, mudah dicari dan diverifikasi
Risiko keterlambatan pelaporan Tinggi — proses manual membutuhkan waktu lebih lama Rendah — data real-time siap untuk pelaporan SPT

Bagaimana Erzap Membantu PKP Mengelola Pajak Masukan dan Keluaran?

Erzap adalah sistem ERP buatan Indonesia yang sejak 2013 telah membantu UKM mengelola operasional bisnis secara terintegrasi — termasuk pengelolaan perpajakan PPN.

Dalam modul perpajakan Erzap, terdapat dua fitur utama yang dirancang khusus untuk PKP:

Faktur Pajak Keluaran

Fitur ini membantu PKP menangani PPN Keluaran dalam skala besar. Alih-alih membuat faktur satu per satu secara manual, pengguna Erzap dapat memproses ratusan hingga ribuan faktur pajak keluaran sekaligus dalam hitungan menit — mengurangi beban administrasi dan risiko kesalahan input.

Faktur Pajak Masukan

Erzap juga menyediakan fitur pencatatan faktur pajak masukan yang memudahkan perusahaan — baik dagang maupun jasa — untuk melacak, mendata, dan memproses faktur pajak masukan dari berbagai supplier. Dengan sistem ini, rekonsiliasi pajak masukan dan keluaran menjadi lebih akurat dan efisien setiap masa pajak.

Dengan 13+ tahun pengalaman dan lebih dari 5.000 pengguna aktif di Indonesia, Erzap memahami kebutuhan nyata UKM dalam kepatuhan perpajakan sehari-hari.

Baca juga: Perusahaan Rugi? Berikut Strategi Perpajakan yang Dapat Diterapkan

FAQ: Pajak Masukan dan Pajak Keluaran

Apa perbedaan utama pajak masukan dan pajak keluaran?

Pajak masukan adalah PPN yang dibayar PKP saat membeli BKP/JKP, sedangkan pajak keluaran adalah PPN yang dipungut PKP saat menjual BKP/JKP. Keduanya dikreditkan setiap masa pajak untuk menghitung PPN yang harus disetor ke negara.

Berapa lama batas waktu pengkreditan pajak masukan?

Pajak masukan yang belum dikreditkan pada masa pajak berjalan dapat dikreditkan paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya masa pajak yang bersangkutan, selama belum dibebankan sebagai biaya atau dikapitalisasi.

Apa yang terjadi jika pajak masukan lebih besar dari pajak keluaran?

Kelebihan pajak masukan dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya, atau PKP dapat mengajukan restitusi (pengembalian kelebihan pembayaran pajak) kepada DJP.

Apakah semua pajak masukan bisa dikreditkan?

Tidak. Pajak masukan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha, diperoleh sebelum pengukuhan PKP, atau faktur pajaknya tidak memenuhi ketentuan formal, tidak dapat dikreditkan sesuai Pasal 9 UU PPN.

Bagaimana sistem ERP membantu pengelolaan pajak masukan dan keluaran?

Sistem ERP seperti Erzap mengotomatiskan pencatatan faktur pajak, menghitung selisih pajak masukan dan keluaran secara real-time, serta menyiapkan data yang diperlukan untuk pelaporan SPT Masa PPN — sehingga mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan pelaporan.


Ingin mengelola pajak masukan dan keluaran bisnis Anda lebih efisien? Coba Erzap secara gratis selama 14 hari tanpa kartu kredit.

Fitur Deposit Pelanggan

Fitur Deposit Pelanggan

31-07-2020 - Dibaca: 7783 kali.
Melancarakan Inovasi Tanpa Henti ! Kini Erzap telah mengembangkan Modul CRM dengan menambahkan fitur Deposit Pelanggan. Fitur ini berfungsi untuk menginputkan nilai deposit yang dapat diakumulasi dan digunakan oleh Pelanggan anda untuk bertransaksi.
Baca selengkapnya...
Tutorial Pendaftaran Pelanggan

Tutorial Pendaftaran Pelanggan

26-06-2023 - Dibaca: 9477 kali.
Panduan lengkap pendaftaran pelanggan di Erzap: metode backoffice, ERZAP POS Android, manajemen data, kategori, dan jenis pelanggan untuk bisnis efisien.
Baca selengkapnya...
Tutorial Perhitungan Bobot Servis Elektronik Berdasarkan Sparepart / Produk

Tutorial Perhitungan Bobot Servis Elektronik Berdasarkan Sparepart / Produk

19-05-2023 - Dibaca: 13084 kali.
Panduan lengkap bobot servis elektronik berdasarkan sparepart/produk. Pelajari cara menghitung, menetapkan prioritas, dan mengelola kinerja teknisi di Erzap.
Baca selengkapnya...
Proses Gaji dengan Erzap

Proses Gaji dengan Erzap

17-06-2020 - Dibaca: 13942 kali.
Gajian adalah momen yang paling ditunggu oleh pegawai pada perusahaan manapun. Momen yang umumnya terjadi sebulan sekali ini meliputi proses pembayaran upah atas pekerjaan yang telah dilaksanakan pegawai. Walaupun menyenangkan untuk para pegawai, kegiatan ini cukup rumit untuk bagian HRD/Personalia dan Akunting, terutama jika dilakukan secara manual tanpa bantuan Sistem. Sebab pada Perusahaan level menengah keatas, Gajian tidak hanya mencatat Gaji Pokok, namun juga Bonus, Uang Lembur, Tunjangan, Kasbon dan lain-lain. Untuk mempermudah proses penggajian pegawai, Erzap me-release fitur Penggajian Pegawai pada tahun 2018. Kini Erzap telah melakukan Update pada fitur Manajemen Data Pegawai dan juga fitur Penggajian untuk pencatatan pembukuan dan rekap yang lebih akurat dan lebih detail.
Baca selengkapnya...
Manajemen Fulfillment Warehouse: Panduan WMS untuk Supervisor Gudang

Manajemen Fulfillment Warehouse: Panduan WMS untuk Supervisor Gudang

17-05-2026 - Dibaca: 701 kali.
Panduan lengkap manajemen fulfillment warehouse dengan dashboard WMS real-time. Pelajari 5 konfigurasi alur packing dan cara meningkatkan visibilitas gudang di Erzap.
Baca selengkapnya...