Tutorial Pencatatan Retur Tukar Barang ke Supplier

03-09-2026 13:46:34, Dibaca: 289

Tujuan

Proses ini digunakan ketika barang diretur ke supplier untuk ditukar dengan barang baru. Karena proses penukaran membutuhkan waktu, diperlukan penanda agar stok yang sedang dalam proses retur tetap dapat dipantau.

Langkah-Langkah

1. Siapkan Gudang Retur

Buat satu gudang baru dengan nama Gudang Retur.

Gudang ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara untuk barang yang sedang menunggu proses penukaran dari supplier.


2. Pindahkan Barang ke Gudang Retur

Saat barang akan diretur ke supplier, lakukan Pemindahan Stok dari Gudang Utama ke Gudang Retur.

Dengan cara ini, stok di gudang utama akan berkurang dan barang yang sedang diproses retur dapat dipantau dengan mudah.


3. Buat Penjualan Konsinyasi

Ketika supplier mengambil barang yang diretur, buat transaksi Penjualan dengan Termin Konsinyasi dengan ketentuan berikut:

  • Buat Pelanggan baru menggunakan nama Supplier yang bersangkutan.

  • Masukkan barang yang diambil oleh supplier sesuai jumlahnya.

Transaksi ini berfungsi sebagai penanda bahwa barang tersebut sedang berada di pihak supplier untuk proses penukaran.

*Catatan: Setelah Penjualan Konsinyasi tersimpan, anda dapat melihat data barang yang berada di supplier (masih dalam proses penukaran) melalui Rekap Penjualan Konsinyasi. Selama transaksi penjualan konsinyasi tersebut belum dibatalkan, berarti barang masih berada di supplier.


4. Batalkan Penjualan Konsinyasi

Setelah supplier mengembalikan barang pengganti, lakukan Pembatalan Penjualan Konsinyasi yang telah dibuat sebelumnya.

Dengan demikian, status barang yang sebelumnya berada di supplier akan selesai.


5. Kembalikan Stok ke Gudang Utama

Terakhir, lakukan Mutasi Stok dari Gudang Retur kembali ke Gudang Utama.

Proses retur selesai dan stok barang kembali tersedia untuk dijual.


Ringkasan Alur

  1. Buat Gudang Retur.

  2. Mutasikan barang dari Gudang Utama → Gudang Retur.

  3. Saat supplier mengambil barang, buat Penjualan Konsinyasi menggunakan nama supplier sebagai pelanggan.

  4. Barang yang masih berada di supplier dapat dipantau melalui Rekap Penjualan Konsinyasi.

  5. Setelah barang pengganti diterima, batalkan Penjualan Konsinyasi.

  6. Mutasikan barang dari Gudang Retur → Gudang Utama.

Stock Opnam Dengan Metode Formulir

Stock Opnam Dengan Metode Formulir

08-11-2017 - Dibaca: 40100 kali.
Stock Opnam adalah kegiatan penghitungan barang secara fisik atas persediaan barang yang telah tercatat di Erzap.
Baca selengkapnya...
Stock Opname Sistem ERP: Rekonsiliasi Stok Tanpa Selisih

Stock Opname Sistem ERP: Rekonsiliasi Stok Tanpa Selisih

22-04-2026 - Dibaca: 1331 kali.
Pelajari stock opname sistem ERP dengan tiga mode: manual, scan barcode, dan Live SO multi-user. Deteksi selisih otomatis, rekonsiliasi cepat, integrasi laporan keuangan.
Baca selengkapnya...
Konfigurasi Cash Drawer Printer Star MPOP pada Windows

Konfigurasi Cash Drawer Printer Star MPOP pada Windows

08-08-2018 - Dibaca: 13387 kali.
Berikut ini adalah tutorial untuk mengkonfigurasi printer Star mPOP pada OS Windows agar dapat membuka cash drawer secara otomatis saat transaksi berlangsung
Baca selengkapnya...
Erzap Point of Sales (POS), Aplikasi Kasir Terintegrasi ERP

Erzap Point of Sales (POS), Aplikasi Kasir Terintegrasi ERP

28-03-2026 - Dibaca: 4998 kali.
Erzap POS adalah sistem kasir berbasis Android & Web untuk bisnis retail Indonesia. Scan barcode 0,5 detik, mendukung QRIS, multi outlet, laporan real-time, dan integrasi ERP. Coba gratis 14 hari.
Baca selengkapnya...
Fitur Approval ERP Erzap: Cara Kerja, Pengaturan, dan Panduan Lengkap

Fitur Approval ERP Erzap: Cara Kerja, Pengaturan, dan Panduan Lengkap

13-03-2024 - Dibaca: 669 kali.
Panduan lengkap fitur Approval di Erzap ERP: cara aktifasi, pengaturan approver, alur pengajuan, dan 7 modul approval untuk kontrol transaksi bisnis UKM.
Baca selengkapnya...